Iri dengan Rumput Tetangga

Saya iri dengan rumput tetangga yang lebih hijau! Tapi ini beneran deh, hijaunya lebih banyak!

Pas saya di Singapura, ceritanya saya banyak jalan untuk menguatkan otot kaki saya. Ada apa dengan otot kaki saya? Yang pasti akan saya bahas di Cancer Talk.

Nah, selagi jalan-jalan yang kerap kali ditemani papa. Saya suka liat di sekeliling saya. Semuanya pepohonan dan hijau-hijau. Walaupun matahari bersinar terang, kami bisa berteduh di bawah pohon-pohon ini ketika kepanasan. Ya paling tidak ga “nyentrong” banget walaupun hawa panas masih terasa. Singapura memang panas banget!

 

Jalanan random yang ijo-ijo

Di daerah apartement adek saya aja banyak banget deh hijau-hijau dan beberapa bunga. Bikin hidup jadi lebih adem deh! Di sepanjang jalan pun banyak pohon gede-gede.

Tak lupa, pemerintah Singapura juga menyediakan banyak taman gratis dimana-mana. Di taman dekat apartemen adik saya ada sebuah park kecil yang bahkan memiliki area khusus untuk anjing. Ya! Gak cuma manusia yang butuh sosialisasi, anjing juga! Saya seru liat anjing-anjing ini pada lari sana sini dengan teman-temannya, bahagia banget. Lalu inget nasib anjing-anjing di rumah yang super kuper karena ga ada taman yang bisa kita aja mereka jalan-jalan, paling cuma di depan rumah.

 

Depan apartment adik saya

Selain itu banyak juga lho taman yang memiliki fasilitas buat ngegym, jadi banyak orang jogging dan setelah itu memakai fasilitas gym sederhana di taman.

Untuk anak-anak pun banyak disediakan playground jadi mereka gak hanya stuck nonton kartun dan main games di tablet (anak-anak jaman sekarang kerjaannya itu kan?). Wuih seru banget deh mainannya jadi pingin jadi anak kecil lagi haha.

Nah nah saya berpikir kenapaaaaa di negara saya ga bisa begini. Padahal sebenernya di Jogja misalnya, udaranya agak lebih mending, ga se-humid di Singapura.

 

Dari dekat Museum NUS

Saya sering bayangin deh, ada taman yang indah di tengah kota, lalu taman-taman kecil di beberapa area lain. Kita bisa ajak anjing jalan-jalan kalau sore. Anak-anak kecil bisa main secara aman (di daerah kampung saya anak-anak pada sepedaan di jalanan yg sering ada mobil dan motor sliwar sliwer, kan bikin jantungan!). Betapa senangnya!

Ditambah lagi jika jalanan juga penuh dengan pohon-pohon yang rindang. Selama ini saya hanya melihat fenomena ini di Jalan Solo dan blusuk-blusuk ke arah Kota Baru, sudah lumayan banyak pohon di tempat itu jadi nyaman buat berjalan kaki walaupun trotoarnya sempit dan beberapa rusak. Yea well nothing’s perfect.

View from Henderson Waves

Di daerah Gunung Kidul masih lumayan rindang, dan sering digunakan sebagai wisata alam. Semoga saja kecantikan alam dan rimdangnya pepohonan di tempat ini tidak diganggu oleh manusia.

Ini di daerah Sungai Oyo, Yogya. Bukti bahwa masih bisa ada ijo-ijo di Yogya kalau niat

Ah gitu lah mimpi saya. Semoga suatu hari bisa terkabulkan!

Advertisements

16 thoughts on “Iri dengan Rumput Tetangga

  1. Iya Singapur tuh bikin iri banget ya sama taman dan hijaunya, enak buat jalan.. masih mimpi juga di Jakarta bisa enak jalan kaki di taman kota hehe.. Oh tapi kalau aku liat, daerah Serpong/BSD udah lumayan banget lho Gy, ada taman kota, pedestrian nya besar, terus banyak hijau2.. suka banget deh daerah situ… lagi berkembang juga sih hehehe moga2 bisa begitu terus walau makin rame nantinya

    Like

    • Eh iya aku sering liat tuh di update an FB tmn2 yg tinggal daerah BSD kayaknya skrg smkn go green, semoga aja ya Chris tambah ijo! Di Jogja mah nambahnya mall bukannya taman hiks sedih 😦

      Like

  2. Huft, miris ya mbak kadang kalau dibandingkan antara indonesia dengan luar negeri :’

    Eng… Jogja kalau di kotanya ijo-ijonya udah agak menghilang mbak -_- pembangunan lagi gencar-gencarnya nih. Kalau untuk pinggir-pinggir gitu sih masih ijo royo-royo dong :’ semoga tetep terjaga :’

    Like

    • Iyaaa Jogja di kota udah jarang yg ijo, klo pinggirin masih mayan ya semoga aja ga ditutupin ama gedung2 huhuw. Semoga semakin banyak taman deh di negeri kita, kan enak klo banyak taman hihi

      Like

    • Aduh maaf yaa komennya gak kliatan, masuk spam 😦
      Iyah bener Jakarta sumpek banget, padahal klo ada pohon2 dan taman mungkin gak akan sesumpek sekarang ya.

      Like

  3. Entahlah, terkadang di negeri kita pembangunan itu identic dengan mengurangi yang hijau-hijau dan justru menambah bangunan beton. Lagi-lagi mall, lagi-lagi mall. Padahal daerah hijau jika dikelola dengan baik khan juga bisa menjadi tempat kongkow yang asik.

    Like

    • Iyaaa bener banget! Kalau ada taman yang termanage dengan baik kan kt bisa menghirup udara segar, trus anak-anak kecil juga punya tempat bermain, yang dewasa juga bisa olahraga. Hmm…

      Like

  4. I do love Singapore. As a city explorer, Singapore is heaven for me. Clean pedestrian, lined with trees, parks here and there, walking has never been as comfortable as in Singapore πŸ™‚

    Saya juga asli Jogja, sekarang merantau di Bandung. Jogja secara keseluruhan lebih rapi dari Bandung, tapi Bandung punya lebih banyak taman, apalagi setelah direnovasi seperti sekarang. Andai Bandung nggak macet, perhaps it will be like Singapore.

    A bit πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s