Street Harassment

“Cewe…”

“Suit suit…”

“Duhhh cakepnya…”

Pernah gak kalian lagi jalan kaki terus di catcall seperti itu? Kalau saya sih pernah. Selain itu saya juga pernah dilihatin dari atas ke bawah. Apalagi kalau yang ngeliatin segerombolan, dan mereka sambil senggol-senggol temannya sambil ketawa-ketawa. Risih banget rasanya. 

Tau gak kalau semua itu sebenernya bentuk pelecehan?

Saya sudah pernah nulis panjang lebar tentang street harassment di blog DEW saya, jadi saya rasa gak perlu saya tulis ulang.

Silahkan baca tulisan saya: My View on Street Harassment in Indonesia

Hari ini saya cuma mau share info tentang sebuah organisasi non-profit bernama Hollaback! Jakarta. Sudah lama saya dikontak oleh salah satu pendirinya, Angie, yang memberi tahu saya tentang platform ini. Namun saya baru sempat share (maaf yaaa).

Saya rasa proyek ini cukup menarik. Dengan adanya Hollaback! Jakarta, orang-orang yang merasa terlecehkan di jalan (terutama di Jakarta) bisa menuliskan pengalamannya. Udah gak zaman lagi ya kita cuma diem aja, nerimo. Udah ga zaman lagi kita merasa risih ketika jalan karena ada orang yang catcall kita. Dan udah gak zaman lagi kita nyalahin cara berpakaian kita atau melakukan victim blaming seperti “lo sih pake baju kebuka-buka gitu”. Dih, basi banget lah yang kayak gitu, udah saatnya kita speak up.

Berikut ini saya ambil kutipan dari website mereka tentang tujuan proyek ini:

We know now that so many other people in this city have experienced street harassment and NEED a platform to share their stories.

Hollaback! Jakarta is a safe and respectful place where anyone who has experienced street harassment can share their story and feel supported.

(source from here)

Nah yang tertarik dengan proyek Hollaback! Jakarta ini bisa langsung aja lihat website mereka atau lihat Facebook Page mereka.

Advertisements

8 thoughts on “Street Harassment

  1. Dulu, iya klo digangguin bawaan ciut ketakutan. Sekarang klo dicuit2 aku tegur dong! Bener banget udh ga jaman didiemin.
    Seru juga yaa ada wadah sharing begitu..

    Like

  2. hi mba , kalau ada street harrasment biasanya aku datangi dan tegur, mas suka ngga kalau ibu atau saudari atau istrinya dibegitukan sama laki2? kalau tidak kenapa dilakukan? biasanya pada buang muka malu …mereka berani krn ga pernah kena batunya..

    Like

    • Wah salut mbak! Bagus itu! Saya juga pernah melakukan hal yg mirip (ceritanya ada di link di post ini) dan malahan dia yg malu juga haha. Memang yaaa ga mikir orang2 ini, sangat gak sopan banget.

      Like

  3. Boro-boro cewek, aku aja yang cowok pernah mbak. Dari cewek yang siul samar, sampai yang berani ngomong saat aku lewat di depannya. Sekarang hal-hal kayak gini masih berlanjut, tapi dalam versi digital. Worse, mostly yang melakukan adalah.. (sigh), male. Entah mukaku ini muka-muka inceran gay apa gimana.

    Hollaback buat semua gender kan? ahaha

    Like

    • Hollaback intinya sih utk semua street harrasment, kayaknya klo gitu ga cuma utk cewe ya. Kalau sebagai cowo merasa pernah dilecehkan saat di jalan boleh donk kita speak up juga. Saya rasa baik cowok maupun cewek kalau di”ganggu” di jalan pasti risih dan gak nyaman.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s