ART|JOG 2017

Senang sekali tahun ini saya bisa sekali lagi melihat pameran seni ART|JOG. Hampir saja saya gak sempat ke sini karena harus ke KL, tapi ternyata saat saya pulang masih ada beberapa hari sebelum pameran ini selesai.

Kali ini saya ke ART|JOG bersama dengan papa. Tema tahun ini adalah Changing Perspective dan ketika sampai karya yang dipajang di depan langsung mengambil perhatian saya. Nama karya itu adalah Floating Eyes dan sejalan dengan tema, karya ini merupakan sebuah representasi dari kehidupan kita sekarang yang sangat lekat dengan sosial media dimana kita bisa bebas berekspresi namun di lain pihak kita juga seakan “diintai” oleh beberapa media yang seringkali menggunakan GPS. Bola-bola mata itu diletakkan di atas kolam dan mengapung ke sana kemari, ada juga yang ditumpuk-tumpuk sangat tinggi seakan kita diawasi dari setiap sudut.

Floating Eyes oleh Wedhar Riyadi

Kali ini tiket yang kami harus bayarkan adalah Rp 50.000 dan berlaku seharian. Kami dicap di tangan dan jika ingin kembali lagi di malam hari (karena ada konser dan pertunjukan tiap malamnya) bisa dilakukan tanpa harus membayar lagi. Selain itu, tiket yang kami beli juga bisa ditukar untuk satu bolpen di toko seni kesayangan saya (hihi, lumayan sekali lho dapat Micron Pen). Oh ya satu hal lagi, tahun kemarin kami harus membeli kartu Mandiri e-Money, tahun ini gak ada dan saya senang banget gak dipaksa untuk beli kartu e-Money.

Seperti tahun lalu, karya-karya di ART|JOG gak mengecewakan. Malahan, tema tahun ini sangat mengena bagi saya. Sebagai pengguna medial sosial, saya merasa sedikit tersindir dengan beberapa karyanya. Namun sindiran ini bagi saya sifatnya positif karena mengajak saya untuk melihat perspektif lain dari penggunaan media sosial, baik yang positif maupun yang negatif.

Saya gak akan bahas satu per satu karyanya karena banyak sekali, seperti tahun lalu saya akan sebutkan beberapa favorit saya.

Silent Prayers oleh Mulyana Mogus

Karya ini terbuat dari rajutan dan dibentuk seperti koral. Jarang saya melihat instalasi seni dengan rajutan maka dari itu karya ini sangat menarik perhatian saya. Di karya ini saya diingatkan bahwa doa merupakan sebuah harapan, dan harapan adalah salah satu hal yang penting bagi manusia. Namun kita juga tidak boleh hanya berhenti dengan doa, tapi kita juga harus melakukan sesuatu.

Silent Prayer

Rajutan-rajutan ini menggambarkan koral di lautan, yang kita tahu sudah banyak yang dirusak oleh manusia. Melalui karyanya Mogus ingin mengingatkan kita untuk selalu sadar dengan alam sekitar kita, berharap supaya tidak semakin rusak namun juga melakukan sesuatu untuk menjaganya.

Situ Ciburuy oleh Aliansyah Caniago

Artis ini sedang mengerjakan sebuah proyek museum di Situ Ciburuy, sebuah danau dekat dengan Bandung. Di daerah ini banyak sekali pabrik-pabrik yang mencemari danau yang dulunya digunakan oleh nelayan untuk mencari nafkah. Situ Ciburuy sekarang terlupakan dan sudah tidak bisa digunakan. Caniago menggunakan limbah pabrik pensil yang ada di daerah ini untuk menghasilkan karyanya.

Situ Ciburuy

Anatomy of Desire #2 oleh Agus Suwage

Melalui karya ini Suwage ingin menunjukkan bahwa kulit hanyalah penampakan luar saja. Yang terjadi di dalam, itu adalah sebuah misteri dan terkadang yang dilihat di luar sangat berbeda dengan yang di dalam.

Anatomy of Desire #2

Apabila dihubungkan dengan media sosial, bagi saya karya ini sangat sesuai, kadang kita melihat foto-foto yang bagus yang menunjukkan kehidupan yang selalu bahagia dan sempurna, namun kenyataannya tidak begitu. Kadang kita enggan menunjukkan sisi “dalam” kita yang lebih kompleks dan misterius, enggan karena tidak ingin dihakimi oleh orang lain, namun bukankah sisi ini yang justru membuat kita unik?

Season in the Abyss oleh Jim Allen Abel

Bagi saya, ini karya paling menyentuh hati. Masih ingatkah anda akan pesawat Adam Air Surabaya-Manado yang tiba-tiba hilang pada tanggal 1 Januari 2007? Pesawat itu ternyata terjun ke laut dan semua penumpang tidak terselamatkan, karya ini didedikasikan oleh para korban serta keluarga mereka. Instalasi ini dilengkapi dengan informasi pesawat dan ketika saya masuk ke ruangan tempat instalasi ini berada, terdapat video yang berfokus pada lautan yang hijau, biru dan kadang hitam. Terlihat ombak yang bergerak serta terdengar suara-suara seperti yang biasa anda dengar di black box sebuah pesawat.

Season in the Abyss

 

Saat berada di ruangan ini saya merinding dan tidak bisa membayangkan ketakutan yang dialami para penumpang pesawat itu.

Before the Celebration oleh Gilang Fradika

Filosofi dibalik karya ini mungkin menjadi salah satu favorit saya. Fradika mengingatkan kita untuk selalu mengingat proses, bagaimana perasaan kita sebelum perayaan itu terjadi. Rasanya ini sangat penting, karena kita selalu menantikan sebuah perayaan, selalu menunggu sesuatu (yang baik) untuk terjadi dan ketika masa itu tiba, kita melupakan perjuangan kita menuju hasil itu.

Before the Celebration

Masih banyak sekali karya-karya lain yang fantastis dan saya pastinya akan kembali lagi ke ART|JOG tahun depan. Berikut ini beberapa foto karya-karya ART|JOG lainnya, silahkan klikΒ link yang tertera diΒ captionΒ foto untuk membaca lebih lanjut maknanya.

Berisik di Kesunyian oleh Iabadiou Piko
Telinga Berbulu oleh Najib Ahmad Bamadhaj
Entwined oleh Joy Mallari
In Frame We Trust oleh Oky Rey Montha

Oh ya, saya senang sekali berinteraksi dengan para staff di ART|JOG, kebanyakan mahasiswa dan mereka sangat mengenal karya-karya yang ada di pameran ini. Saat saya bertanya mereka bisa menjelaskan dengan baik jadi ke sini tidak sekedar melihat karya-karyanya namun juga berdiskusi tentang makna dibalik karya-karya ini.

Merchandise Store ART|JOG
Tata ruang merchandise store-nya jauh lebih baik dari tahun lalu πŸ™‚

Kalau ada sedikit komplain tentang ART|JOG ini mungkin saya tujukan ke pengunjungnya seperti saya ini. Saya lihat beberapa orang menganggap karya-karya ART|JOG sebagai latar belakang foto. Banyak sekali yang berpose di depan karya-karya seni ini seakan tempat ini adalah studio foto. Beberapa orang berpose beberapa kali, bahkan ada yang tiap kali foto dia cek dulu hasilnya di kamera dan berkata “iihh kok blur, ulang donk”, dan melakukannya beberapa kali hingga hasilnya sesuai keinginannya.

Di karya Season in the Abyss bahkan saya melihat beberapa anak muda yang sedang merekam karya ini sambil ngobrol sendiri dan cekikikan. Rasanya kok kurang pas kalau cekikikan di karya ini, terkesan tidak menghargai pesan yang ingin disampaikan melalui karya ini.

Saya tidak masalah dengan foto atau merekam karya-karya ini, bahkan ingin berpose di depannya pun tidak menjadi masalah, toh saya juga mengambil foto dan merekam video dan tidak ada larangan dari penyelenggara untuk melakukan hal-hal itu (asal mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan). Yang saya permasalahkan adalah beberapa orang merasa berhak mendominasi karya-karya ini untuk mendapatkan foto yang sempurna dan tidak mempedulikan pengunjung lainnya dan mungkin bahkan tidak terlalu peduli terhadap karyanya sendiri (mungkin yaa). Apakah karena sudah bayar sehingga berhak melakukan ini?

ANYWAY, saya berharap pameran ini benar-benar bisa mengubah perspektif kita. Semoga karya-karya yang ditampilkan di ART|JOG ini tidak hanya menjadiΒ backgroundΒ foto indah di Instagram tapi bisa benar-benar diserapi maknanya dan mengubah pemikiran kita.

Advertisements

6 thoughts on “ART|JOG 2017

  1. Aku penasaran, sering lihat foto-fotonya beredar; tapi mungkin itu juga ya “kontribusi” dari foto-foto tersebut yang mungkin diambil tanpa memikirkan pengunjung yang lain, hahaha πŸ˜† .

    Like

    • Hahaha iya Zil πŸ˜† sebenernya gw gpp sih mau foto atau pose aneh2 asal jangan terlalu mendominasi dan berlama2. Bagus banget pemerannya, taun depan di bulan Mei kalau ga salah.

      Like

  2. Halo, Mbak Salam Kenal.

    Btw, KAMU KE ARTJOG JUGA YA MBAK? KENAPA KITA TIDA BERTEMU ? *LAH *SIAPAGUE?* *BURU-BURUCEKABOUT

    Walaaa ternyata kamu kelahiran Jogja ya Mbak πŸ˜€ hihihi

    ArtJog10 kemarin adalah ArtJog pertama yang aku datengin sih Mbak πŸ˜€ wkwk bagos-bagos banget karyanyaaaa πŸ˜€ sukaaak banget parah πŸ˜€ hihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s