A (Polish) Wedding to Remember

This post was originally written for my old travel blog Dream Explore Wander on 14 March 2013.

Back in September, I went to Poland for the first time. I also went to a Polish wedding party, for the first time too. I have written about it before, but as I read my previous post about it, I feel like I didn’t do the great event any justice. I didn’t write enough about its atmosphere, its bursting energy, my mixed emotions – I feel like I just have to re-write the experience in a more personal and deeper meaning. I also think that the event in itself deserves one full post concentrating on that happy moment.

So here I am, rewriting my experience because it was not only a trip, it was a cultural gathering, celebrating the love of two people in a country where I didn’t speak the language and barely know the culture – and somehow I was invited to be a part of it all. Words just cannot describe how happy I was to be a part of that wedding celebration. 50 years from now when I’m grey and old and sitting in a rocking chair, I would like to open my blog and re-read this story because it has given me the chance to explore a culture in a way only a few people could experience. I would like to reminisce about how extremely happy everyone was at the party and the couple gleaming with love. I would like to remember all that and smile about it.

Read More »

Advertisements

Cemilan Inggris Favorit

Sewaktu kecil saya dan adik saya paling gemar ngemil dan hobi kami adalah mencoba snack baru. Inget banget dulu waktu kami di Salatiga paling suka makan jeli yang ditaruh di freezer lalu dimakan saat sedang panas di luar. Selain itu kami juga suka banget makan choki-choki, sebenernya sampe sekarang masih suka sih tapi udah jarang beli.

Nah ketika tinggal di Leeds, tiap hari Minggu, kami selalu pergi ke Morrisons, salah satu supermarket populer, untuk stok makanan. Nah supaya kami gak rewel, mama papa selalu mengijinkan kami untuk membeli cemilan. Tentunya setiap anak dibatasi dan cemilan ini untuk dibawa sebagai bekal sekolah.Read More »

Hal-hal Aneh di Romania

Selama menjadi mahasiswa, tempat yang paling menantang untuk ditinggali adalah Bucharest. Saat saya ditanya “abis dari Prancis kemana?”, saya jawab Bucharest, kebanyakan pada denger Budapest haha. Lalu saya selalu koreksi bilang, “bukan Budapest tapi BUCHAREST…”

Lalu hening.

Karena sebagian besar orang ga tau mana itu Bucharest. Atau tau tapi ga paham Romania itu dimana.Read More »

Jenewa, Kebakaran dan Persahabatan

Saya sudah sejak tahun 2009, semenjak pindah ke Jakarta dan bergabung di sebuah gereja di daerah Pondok Indah, kenal dengan seorang cewek separo Indonesia separo Jerman bernama Aiko.

Kebetulan di gereja tersebut saya bergabung dengan tim sekolah minggu, alias saya waktu itu guru sekolah minggu baru, sedangkan Aiko udah amat sangat senior. Tentunya saya terintimidasi ama dia, karena kesannya dia anak gaul dan saya cuma anak baru ingusan hahaha! Jadi pas di Jakarta kami cuma ber-hai hai sopan saja gak sampe temenan deket.

Ternyata, di tahun 2011 kami berdua berangkat ke Eropa. Saya ke Prancis untuk studi, Aiko ke Swiss untuk internship. Tapi sebenernya saya gatau kami berangkatnya di bulan yang sama, tau gitu kan bisa barengan huh!Read More »

Pengalaman Hidup di Inggris ala Keluarga Mahasiswa

Waktu itu saya berumur 10 tahun dan tinggal di kota kecil Salatiga yang adem dan nyaman. Waktu itu juga papa saya iseng mendaftar sekolah S3. Untuk masalah studi, mama saya selalu nyemangatin kita untuk belajar giat, termasuk juga suaminya. Katanya “aku suka suami yang terus belajar,” cieleeee si mamaaaa.

Papa usianya waktu lulus S1 sudah lumayan berumur (30 tahun ++ dan sudah punya istri dan buntut satu) sampe dikasih nickname “si mbah” ama temen-temennya haha. Maklum papa kerja dulu baru dapat kesempatan kuliah. Tapi ternyata semangatnya boleh juga karena setelah jadi pendeta di Salatiga papa iseng daftar beasiswa S2 dan ketrima di US. Tapi karena waktu itu kami sekeluarga gak ikut (saya ngambek berat dan gak paham kenapa ditinggal 9 bulan ke negeri antah berantah) jadi saat dapat kabar ketrima S3 di Leeds, Inggris, papa langsung mutusin untuk bawa keluarganya.Read More »

Midnight Cycling

Nantes, 2012

I don’t remember the exact date, or month for that matter, but I do remember that it was one of those daylight saving time days, you know when the clock goes forward an hour. So it must’ve been about March-ish. I don’t even have a picture of the event, but I can still remember it. All I need is to press that “play” button in my brain and the memories would come rushing back. Read More »

Paris oh Paris

Tentunya klo denger kota Paris, yang terbayang di pikiran kebanyakan orang adalah romantis dan indah. Emanggggg sih Paris tuh indah dan romantis (apalagi buat pasangan) tapi ga semua pengalaman perjalanan saya ke Paris tuh indah.


Selama tinggal di Eropa entah berapa kali saya ke Paris, bukan karena sombong dan sok-sokan tapi karena Paris itu ibu kota jadi segala macam embassy ada di Paris dan berhubung saya semacam mahasiswa nomadik jadinya saya sering bolak balik Paris buat ngurus dokumen. Semakin sering ke Paris kok semakin banyak kejadian konyol yang saya alami (ato emang saya aja ya yang terlalu hakakak).Read More »